artikel 2
CARA MENCEGAH PENCEMARAN TANAH DAN MENGATASINYA
Tidak hanya udara dan air, tanah yang kita pijak juga bisa mengalami pencemaran dalam berbagai bentuk. Padahal tanah yang subur sangat diperlukan untuk menumbuhkan berbagai tumbuhan. Lantas, bagaimana cara mencegah pencemaran tanah?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah pencemaran tanah dan juga cara mengatasinya jika sudah terlanjur tercemar
Kurangi Penggunaan Produk Berbahaya
Berikut adalah beberapa cara mengurangi produk yang berbahaya bagi lingkungan, di rumah Anda :
Beli produk teruraikan hayati (biodegradable)
Simpan semua cairan kimia dan limbah di wadah antitumpah.
Konsumsi makanan organik yang ditumbuhkan tanpa pestisida. Cari produk yang ditumbuhkan dengan pupuk atau bebas pestisida saat berbelanja di pasar.
Usahakan tidak menggunakan pestisida.
Gunakan nampan tetes untuk menampung oli mesin.
Beli produk dengan sedikit kemasan
Jangan buang oli mesin ke tanah.
Kurangi Jumlah Penggunaan Plastik
Ilmuwan khawatir bahwa kantung plastik tidak akan pernah terurai. Sebaliknya, kantung plastik hanya akan mengerut menjadi plastik yang lebih kecil. Berikut beberapa cara mengurangi penggunaan plastik di rumah:
Jangan gunakan kantung sampah. Kosongkan saja tempat sampah ke gentong sampah.
Apabila tidak menyukai cara ini, belilah kantung sampah biodegradable dan compostable (dapat diubah menjadi kompos).
Minta koran tidak dibungkus plastik saat diantar ke rumah. Atau, bisa berhenti berlangganan koran fisik dan beralih ke koran daring.
Bawa plastik atau wadah logam sendiri ke restoran untuk pesanan bawa pulang. Awalnya orang memang akan memandang aneh, tetapi berikan contoh untuk pelestarian lingkungan.
Ingatkan restoran langganan untuk tidak memberikan alat makan plastik, sedotan, dan kemasan saus/sambal untuk pesanan bawa pulang.
Tolaklah kantung plastik dengan sopan apabila hanya memesan satu atau dua barang saja. Lebih bagus lagi, makanlah di restoran dan gunakan piring dan alat makan nonplastik
Bawa tas belanja daur ulang ketika akan berbelanja. Tolak kantung plastik jika belanjaannya sedikit
Minta tempat laundry (cuci pakaian) untuk tidak membungkus pakaian bersih dengan plastik. Jangan lupa memilih tempat laundry yang menggunakan produk ramah lingkungan dan tidak beracun.
Buat bekal yang tidak menyebabkan sampah untuk dibawa ke sekolah atau kantor.
Kurangi Sampah
Rawat semua tangki penyimpanan bawah tanah dengan baik, misalnya saluran minyak, septik, dan air bawah tanah.
Jadwalkan penyedotan tangki septik secara berkala dan cari tanda-tanda kebocoran. Misalnya area basah dan bau di halaman, pemelanan atau peluapan di rumah, dan area yang terlalu banyak ditumbuhi tanaman. Biasanya, sistem septik perlu disedot tiap 3-5 tahun. Rajinlah mengambil dan membuang sampah. Buang kotoran hewan ke sistem septik atau air bawah tanah sesegera mungkin. Jangan biarkan saja di halaman atau dibuang ke drainase badai. Jangan bakar sampah, terutama sampah plastik dan ban karena asap residunya akan menetap dan mencemari tanah.
Cara Mengatasi Pencemaran Tanah
Jika di atas merupakan cara mencegah pencemaran tanah, maka di bawah ini adalah cara mengatasi pencemaran tanah yang sudah terjadi:
Melakukan Aktivitas 3R
3R adalah singkatan dari reduce, reuse, dan recycle, atau dalam Bahasa Indonesia, berarti mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur-ulang sampah yang sekiranya dapat diolah. Kebiasaan ini dapat sangat membantu dalam menanggulangi pencemaran tanah. Sebab, ketika produksi sampah berkurang, maka secara otomatis telah mengurangi produksi limbah di bumi.
Melakukan Reboisasi
Reboisasi atau melakukan penanaman pohon kembali merupakan cara ampuh dalam mengurangi dampak pencemaran tanah. Sebab, dengan melakukan reboisasi, tanah tersebut akan jadi lebih subur.
Selain itu, lingkungan sekitar pun menjadi lebih asri, sehingga secara otomatis kualitas udara juga lebih bersih dan lebih sehat untuk dihirup.
Melakukan Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang terkontaminasi atau tercemar. Terdapat dua jenis remediasi tanah, yakni in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Jenis remediasi in-situ artinya melakukan pembersihan secara langsung di lokasi tanah yang tercemar. Sedang, ex-situ berarti menggali tanah yang tercemar, kemudian membawanya ke daerah yang aman.
Comments
Post a Comment